Saturday, April 28, 2018

Budidaya Hidroponik Bunga Mawar

bunga mawar terbilang mudah untuk dilakukan. Penanamannya pun bisa dilakukan dengan berbagai sistem hidroponik. Untuk lebih jelasnya, berikut kami bagikan budidaya hidroponik mawar selengkapnya untuk anda.

Persiapan

Siapkan media tanam dan tanaman bunga mawar terlebih dahulu. Adapun media tanamnya meliputi pot plastik, batu kecil-kecil, serta arang. Selain itu, anda juga memerlukan nutrisi tanaman hias mawar berupa nutrisi AB mix. Untuk bibitnya, ada baiknya anda menggunakan bibit tanaman bunga mawar yang sudah siap tanam. Selain bibit tersebut, anda bisa juga menggunakan bibit tanaman bunga mawar yang berupa bibit hasil stek sendiri.

Penanaman

Posisikan tanaman mawar pada pot plastik. Lalu susun serpihan genting ataupun batu kecil-kecil serta arang. Selanjutnya, siram larutan nutrisi yang terdiri dari campuran nutrisi A serta nutrisi B pada pot plastik tersebut. Pastikan bahwa larutan nutrisi mencapai ketinggian 4/5 tinggi pot. Selain nutrisi AB mix, anda juga bisa membuat sendiri dengan melarutkan pupuk urea 1 kg, pupuk NPK, pupuk daun, pupuk KCL, dan 20 liter air. Campur hingga mengental dan larutkan lagi dengan 100 liter air.

Perawatan

Setelah tahap penanaman, kini anda beralih ke tahap perawatan. Hal yang perlu anda lakukan hanyalah menyiram tanaman mawar secara rutin. Lakukan penyiraman tanaman mawar ini di pagi hari secara penuh. Apabila anda ingin mencegah pembusukan akar, anda dapat menggunakan air larutan asam benzoat sesekali. Selain melakukan penyiraman secara rutin, anda juga harus mengganti media tanamnya. Disamping itu, anda juga perlu memotong akar bunga mawar tiap satu tahun sekali. Hal ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan dan juga kesuburan bunga mawar.
Lakukan pemangkasan secara rutin untuk membentuk tajuk tanaman mawar supaya tetap bagus, terutama untuk mawar hidroponik yang ditanam dalam pot. Selain itu, pemangkasan ini juga bertujuan untuk merangsang tumbuhnya tunas baru yang nantinya akan menghasilkan bunga. Supaya mawar terus menerus berbunga, maka setelah bunga rontok harus segera dibuang. Ranting-ranting yang kering atau tidak produktif juga perlu untuk dipangkas.
Apabila anda menanam mawar dari okulasi, maka anda harus memperhatikan batang bagian bawahnya. Seringkali batang bawah pertumbuhan tanaman mawar lebih cepat jika dibandingkan dengan batang atasnya. Dengan begitu, pertumbuhan batang atas akan terhambat, bahkan dapat mengakibatkan mati. Apabila hal tersebut terjadi, maka tunas-tunas yang tumbuh dari batang bawah harus segera dipangkas dan dibuang. Lakukan perawatan tanaman mawar ini secara rutin dan telaten supaya bunga mawar yang anda tanam akan menghasilkan bunga melimpah dan lebih cepat.

Related Posts:

  • Membuat Pupuk Kompos Sederhana Kali ini kita akan membahas cara membuat pupuk kompos sederhana untuk pemakaian sendiri. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pemb… Read More
  • Cara Agar Tanaman Buah Jambu Air Cepat Berbuah Dan Lebat Kali ini akan saya bagikan pengalaman tentang tehnik dan cara agar tanaman buah jambu air cepat berbuah dan lebat.  Untuk menghasilkan buah jambu air yang segar, manis, lebat, dan warnanya bagus ada beberapa … Read More
  • Mengatasi Pohon Kelengkeng Yang Sulit Berbuah Pohon kelengkeng termasuk tanaman buah yang cukup banyak dibudidayakan. Selain buahnya yang manis dan lezat, rimbun daun dan percabangannya yang rindang dapat berfungsi sebagai peneduh di halaman rumah. Tapi kadang ada ta… Read More
  • Cara Agar Tanaman Cepat Berbuah kali ini saya akan membahas teknik/cara agar tanaman cepat berbuah. Apakah anda mempunyai tanaman buah di pekarangan rumah/di kebun yang tumbuh subur, sehat, daunnya rimbun, cabangnya banyak, pokoknya indah dipandang, tet… Read More
  • Bududaya Bawang Merah Sebelum menanam bawang merah terlebih dahulu perlu dipersiapkan lahan tanam. Buatlah bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi bedengan 50 cm, dan pajang bedengan disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Buatlah jarak antar … Read More

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah Dengan Sopan